Sadness, Love and Sacrifice: CHAPTER #1 - The Little Point of Light

 


Hei kamu, apa kabar ?

Terakhir aku dengar kabar kamu lagi kurang sehat. Ya, itulah kamu yang aku kenal, bandel banget, suka ngemil ini itu, dan kadang gak peduli dengan kesehatan kamu sendiri.

Sebenarnya, ada banyak hal lain yang ingin aku katakan dan sampaikan ke kamu, tapi sayangnya kadang mulutku gak bisa berucap, dan tanganku gak bisa mengirim pesan text ke kamu.

Dan jujur aja, aku merasa perlu menulis hal ini di Blog Pribadi ku ini yang entah kapan akan ku baca kembali, Entah nanti telah hidup bersamamu, atau tidak sama sekali, atau anak-anak dan generasiku yang menggantikanku untuk membaca Cerita Ayah atau Kakeknya ini.

Sebagai seseorang yang banyak kekurangan, aku seringkali memiliki rasa takut yang besar, dan bahkan aku sendiri juga gak begitu mengerti kenapa aku meluangkan waktu untuk menulis hal ini.

Banyak sekali hal yang ingin aku ungkapin, tapi terkadang sulit hal itu aku sampaikan lewat suara, anggap saja apa yang aku tulis di sini semuanya adalah isi hati ku, mungkin kamu gak berminat membacanya sekarang, bisa jadi nanti.

Masih ingat saat pertama kali kita kenal ?

Saat itu, aku dengan tengil nya bersikap konyol dan seenaknya ke kamu ya, Haha.

Rasanya, ingin ku kabarkan seluruh semesta kalau aku begitu bangga memiliki sosok wanita seperti kamu, aku begitu bersyukur kamu jadi cahaya di gelapnya hidupku.

Bulan ini, tepat sudah kita berjalan 5 tahun, dan aku sampai detik ini gak pernah menyesali keputusanku, dan pilihanku.

Kamu sering mengatakan kalau kamu ingin sekali hidup dengan lelaki yang bisa membuat kamu nyaman, dan aku beruntung saat kamu mengangkat wajah dan mengatakan kalau aku adalah orang yang tepat. tapi taukah kamu, kalau aku pernah merasa takut kalau aku gak mampu memenuhi keinginanmu itu ?. Ahhh, tapi aku nekat ya, hehe.

Masih ingat saat pertama kali kita bertemu di bandara ?

Lucunya, kamu mengira aku seorang pria yang cebol dan bau badan karena kamu takut akan hal itu.

Dan saat itu aku merasa seperti Debu di tengah padang Emas, kamu begitu cantik dan manis lebih dari expektasi dan lebih dari apa yang sebelumnya kulihat di layar. saat itu aku berusaha terlihat keren di hadapan mu, aku berusaha terlihat kalem dan manly yang cuek saat melihat berlian, tapi kamu tau ?, saat itu aku juga menangis dalam hati, terharu akan pertemuan kita, dimana aku bangga saat aku berhasil membuktikan ke semua orang dan diriku bahwa jarak kita bukan jadi masalah, aku tunjukkan itu ke kamu sebagai kunci keyakinan dan kepercayaan kamu ke aku.

Susah banget rasanya aku menulis ini tanpa mengetik Namamu, dan gak tahu kenapa aku sambil tersenyum geli sendiri saat menulis hal ini, padahal ini bukan surat cinta, bukan juga sesuatu yang aku pengen tunjukkan ke kamu sebagai bentuk rasa cinta. tapi aku juga gak ngerti kenapa aku senang banget menulis kenangan ini sekarang.

Kisah kita terlalu panjang dalam 5 Tahun ini, banyak banget hal yang sudah kita lewatin, Hal-Hal gila yang bikin kita makin dekat, sesekali juga bertengkar lalu sadar bahwa kita saling membutuhkan.

Kamu tau ?, terkadang aku merasa minder dengan kesedihan dan kehidupan, pernah rasanya ingin menyerah saat orang yang ku sayang pergi meninggalkan aku untuk selamanya, pernah juga skeptis sama manusia yang hanya memanfaatkan keadaan, juga pernah di khianati oleh teman seperjuangan. dan at the end, semua hal itu mengajariku banyak hal, apalagi tentang kedewasaan.

Dan lucunya, kamu juga pernah merasa minder lalu aku tenangkan, aku gak ingin kehilangan lagi..

Aku hanya gak ingin sesuatu yang sudah aku anggap hidupku pergi..

Kamu gak perlu khawatir, kamu sudah terlalu cukup mengenal aku orang yang seperti apa. kamu orang pertama yang jauh masuk kedalam hidup aku, saat semua orang pesimis, ragu, menghina aku, merendahkan dan meremehkan ku, kamu datang dengan senyum manismu selalu menyemangatiku..

"Dan bahkan sampai detik ini aku masih gak menyangka bahwa aku masih bertahan sama kamu"

Mungkin Definisi hidup itu seperti ini kali ya, saat dimana kamu kosong dan mati karena pengaruh dunia yang jahat sama kamu, tapi datang seseorang yang menawarkan dunia baru yang lebih dari sekedar indah di hadapan kamu..

Aku hanya yakin dan percaya, saat kita menunggu waktu yang tepat, Saat itu juga kita menabung hasil yang sangat indah yang nantinya kita teguk bersama..

Pahit atau Manisnya itu, aku pikir sebelumnya kita juga pernah ngerasain nya kan ?. Hanya saja kadang ego dan air mata ngalahin itu semuanya, kecerobohan dan kesalahan menindihi itu semua.

Dan kita masih kuat dan bertahan dengan saling menggenggam tangan, Mendera air mata, mengukir senyum dan tertawa, sambil ngucapin.

Yakin ya !

[ To Be Continued.. ]

Teuku Raja

Philosophy and Psychology Addict, Culture and Humanity Activist, and Historical, Social, Technician Sains Enthusiast

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak